Rabu, 30 Maret 2011

Harapan seorang ibu

Harapan seorang ibu pada anaknya sungguh luar biasa dengan keringat yang dia teteskan setiap hari sampai setiap waktu dia melihat wajah kita dengan senyum dan penuh harapan, terkadang kita disapa dengan sapaan lembut dan penuh kasih sayang, dengan cinta ibu kita besar dapat melihat dunia ini dengan leluasa, tatkala ibu menyayangi kita sepenuh hati. sembilan bulan dia mengandung. tak mudah bagi dia membesarkan kita dalam kandungannya, bayangkan kawan ketika dia mulai merasakan kita muncul dalam perutnya dia seakan akan menolak dan kaget kenapa, dengan saya perutmual, makan tidak nafsu, letih, lemas dan terkadang terasa taknyaman dia bergerak. Ketika tubuh kita tumbuh dan menjadi daging, perut ibu menjadi besar. Bayangkan kawan ketika dia duduk atau tidur dia susah bergerak dan kapan dia bangun dari tidur selalu merasakan kita selalu memberontak dan memukul, menendang. Ibu merasakannya dan ibu takut kita tidak merasanyaman. ibu ketika mengandungkan kita tidak bisa tidurnyenyak, tidur dengan posisi miring salah, terlentang salah. Apa yang dia rasakan kawan merasa tidak menyenangkan dan terkadang dia sedih dan meneteskan mata. ketika mulai pada akhirnya kita akan muncul dimuka bumi. ibu menaruh nyawa. istilah ibuku pernanah katakan 'bagaikan kita menyimpan telur di atas umbun-umbun kepala". ibu merejang nyawa. coba bayangkan nafasnya, hembusanya andai pada saat itu kita bisa merasakannya. tangan yang mencengkram pada ayah kita, seakan akan takut. takut bayi yang di kandung dan disayanginya tidak selamat. begitu pun perasaan seorang ayah yang merasakan apakah istriku dan anaku selamat. proses memisahnya ibu dan bayi yang selallu di hawatirkan setiap orang sampai sampai seisi ruangan mendukung proses kelahiran. ruangan yang sepi dan sunyi. hanya terdengar suara ibu kita yang menjerit.... ya allah selamatkan bayi hamba dan istri hamba. ayah yang biasanya berucap seperti itu. ibu mulai merasa lega dan keringat yang membasahi tubuhnya menjadi saksi keberadaan kita di bumi. kita menangis, menangis... ibu tersenyum. senang melihat kita lahir dengan selamat dengan keadaan normal. tidak hanya sampai situ kasih sayang seorang ibu yang cinta pada anaknya. membesarkan kita.
mulai seorang ibu memberikan harapan pada kitra agar tumbuh besar dan sehat. dia berikan nutrisi, dengan penuh harapan kita menjadi sehat. dia berikan kasih sayang agar kita tumbuh menjadi seorang penyayang dan berakhlak yang baik, seperti ibu memberikan kasih dan sayang nya pada kita, tentunya ketika ibu mengandungkita dengan ikhlas, dan ridho. Ketika mulai menjadikan karakter sesuai dengan fisik kita, ibu dan ayah kita mencoba membentuk karakterkita dengan harapan menjadi gagah atau cantik dan tentunya baik hati.
Ketika mulai besar ibu senang sampai bangga melihat kita tumbuh besar, sehat, lucu dan cantik.











Tulisan hanyalah Piktif belaka tanpa di fikiran terlebih dahulu, berjalan dengan waktu dan lagu.

2 komentar: